download.jpg

                    **FULL** **NAME : Ardhana Adhitama Adyatma**

                    **BIRTH DATE :** October, 04, 1996 (age 30)

                    **NATIONALITY :** Indonesian

                    **HEIGHT :** 176 cm (5’9″)

                    **ZODIAC SIGN :** Libra

                    **MBTI :** ENTP

                    **HOBBY :** Photography, chocolate, late-night rides, and random short trips.

                    **SPECIAL ABILITY :** Highly observant, especially when it comes to visual details,              

                                                       atmosphere, and subtle changes in people’s expressions.

                    **FACE CLAIM : [THE BOYZ LEE SANGYEON](https://kprofiles.com/sangyeon-the-boyz-profile/)**

       

        Ardhana Adhitama Adyatma lahir di Yogyakarta, 4 Oktober 1996. Ia tumbuh sebagai anak pertama dari dua bersaudara dalam keluarga yang cukup berada. Sejak kecil, Ardhana terbiasa menjadi sosok yang diandalkan, meskipun hal itu juga membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang cukup keras kepala dan sulit mengakui kalau dirinya sedang kesulitan.

        Setelah menyelesaikan pendidikan Visual Communication Design di Institut Seni Indonesia, Ardhana memutuskan pindah ke Surabaya untuk memulai kariernya di dunia kreatif. Ia bekerja sebagai Art Director sebelum akhirnya membangun creative studio bersama beberapa rekannya. Pekerjaannya berjalan cukup baik, walaupun sifat perfeksionis dan kebiasaannya mengambil terlalu banyak tanggung jawab sering membuatnya sendiri kewalahan.

        Ardhana dikenal sebagai pribadi yang tenang, mandiri, dan cukup sulit ditebak. Ia tidak mudah terbuka kepada orang lain dan cenderung memendam masalah sampai akhirnya memilih menjauh ketika merasa terlalu lelah. Di sisi lain, ia cukup perhatian kepada orang-orang terdekatnya, hanya saja lebih sering menunjukkannya lewat tindakan daripada kata-kata. Ia juga punya sisi keras kepala, mudah frustrasi ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, dan terkadang terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang orang lain.

        Meski sudah lama tinggal di Surabaya, Yogyakarta tetap menjadi tempat yang ia anggap sebagai rumah. Ia masih rutin pulang untuk menemui keluarganya dan sesekali kembali menikmati hal-hal sederhana yang dulu ia lakukan sebelum kehidupannya menjadi sesibuk sekarang. Bagi Ardhana, hidup tidak selalu harus terlihat sempurna; ia hanya berusaha menjalani semuanya dengan caranya sendiri sambil belajar dari kesalahan yang pernah ia buat.